OUTSOURCING IMPLIKASINYA DALAM PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI

OUTSOURCING IMPLIKASINYA DALAM PENGEMBANGAN

DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI

 

TUGAS TAKE HOME UAT

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Oleh:

EDI SUSANTO/P 056090103-32E

  

MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Persoalan pengelolaan teknologi informasi  (TI) adalah persoalan yang tidak ada habis-habisnya. Tiap saat ditemukan metode dan sistem yang lebih baru dalam menjalankannya. Metode ini dapat berupa penggunaan manajemen kerja yang lebih baik, perencanaan pembuatan program yang lebih terinci hingga penggunaan piranti keras yang mempunyai kinerja lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Salah satu metode pengelolaan yang lain adalah outsourcing atau alih daya. Menurut The

British Computer Society, outsourcing adalah kegiatan memindahkan aktivitas dan layanan pada pihak lain diluar perusahaan. Dengan definisi yang demikian luas dari outsourcing ini, konsep ini seringkali juga disamakan dengan konsep lain seperti sub kontrak, supplier, proyek atau istilah lain yang berbeda-beda dilapangan, namun pada dasarnya adalah sama, yaitu pemindahan layanan kepada pihak lain. Dalam bahasan kali ini layanan yang dimaksud adalah layanan teknologi informasi dan bidang-bidang lain yang sejenis.

Bentuk kontrak outsourcing ini sendiri dapat berupa:

  • Menambahkan pengelolaan TI dengan  penambahan sumberdaya dari pihak luar
  • Mengkontrakkan sistem secara utuh pada pihak luar
  • Mengkontrakkan hanya sistem operasional dan fasilitasnya.

Dari bentuk bentuk kontrak diatas outsourcing dapat dikategorikan menjadi 4 macam yang menurut The Computer Sciences Corporation (CSC) Index adalah sebagai berikut:

  • Total outsourcing, outsourcing secara total pada seluruh komponen TI
  • Selective outsourcing, outsorcing hanya pada komponen-komponen tertentu
  • Transitional outsourcing, outsourcing yang fokusnya pada pembuatan sistem baru
  • § Transformational outsourcing, outsourcing yang fokusnya pada pembangunan dan operasional dari sistem baru

Adapun penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi adalah suatu keharusan oleh setiap perusahaan yang ingin memposisikan perusahaannya pada posisi paling depan dalam suatu industri. Pengelolaan sumber daya informasi memegang peranan yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan suatu usaha.Dalam sebuah perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia biasanya disebut Sistem Informasi Sumber daya Informasi (Information Resources Information System).

Sistem Informasi Sumber daya Informasi merupakan bagian dari sistem informasi yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, memproses, serta menyediakan informasi dalam format tepat yang akan dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan. Proses mengidentifikasi berarti sisitem harus dapat menentukan masalah yang dihadapi perusahaan, keputusan yang akan dibuat oleh oleh para pengambil keputusan dan informasi apa yang harius disediakan untuk memecahkan masalah tersebut. Proses tersebut harus dapat menentukan data yang dibutuhkan, diamna, bagaimana, dan dengan metode apa data tersebut diperoleh serta bagaimana menentukan proses dan metode yang paling tepat yang akakn dipergunakan dan berapa lama proses harus diselesaikan.

Faktor yang paling penting didalam pengelolaan sumberdaya informasi adalah bagaimana mengembangkan Sistem Informasi Sumber daya Informasi yang akan dipergunakan, hal ini berarti kita menetukan bagaimana bentuk sistem yang dibutuhkan, dalam arti kata kebutuhann akan perangkat keras, perangkat lunak dan pelaksana serta SOP (Standard Operating Procedures) yang akan dipergunakan. Pengembangan sebuah sistem informasi akan selalu menghadapi permasalahan dan tantangan yaitu siapa yang akan melaksanakan proses pengembangan tersebut.

Merancang sebuah SI tidaklah mudah. Banyak hal yang harus di pertimbangkan seperti sumberdaya, waktu dan biaya. Perusahaan tentu harus memperhitungkan sumberdaya SI apa saja yang dibutuhkan, jumlahnya, dan dari mana mendapatkannya. Waktu juga menjadi penting. Perusahaan harus menargetkan seberapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah SI yang baru, dan apakah nanti hasilnya optimal. Dari segi biaya, perusahaan harus memikirkan berapa banyak yang akan ia keluarkan dan apakah jika SI sudah siap digunakan akan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Apabila SI sudah berjalan, perusahaan juga harus tetap melakukan maintenance agar system yang sudah berjalan tersebut tetap sustainable.

Untuk memudahkan penerapan SI dalam sebuah organisasi atau perusahaan, maka banyak perusahaan yang menyediakan jasa outsourcing IT. Jasa outsourcing ini menjadi sebuah pilihan cara penerapan SI dalam organisasi.

1.2. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk pemenuhan tugas akhir mata kuliah manajemen sistem informasi program Magister Bisnis  Institut Pertanian Bogor, sebagai Ujian Akhir Triwulan ke-3 .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1. Definisi Outsourcing

Dalam definisi khusus ruang lingkup outsourching adalahPengelolaan dan pengoperasian bagian dari organisasi layanan TI oleh layanan eksternal pada tingkat jasa yang telah disepakati ke rumus biaya yang disepakati selama jangka waktu yang disepakati.

Dalam persaingan dunia usaha saat ini kedepan dengan adanya perdagangan bebas , maka perusahaan dituntut untuk berusaha meningkatkan kinerja usahanya melalui pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempekerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat memberi kontribusi maksimal sesuai sasaran perusahaan. Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core business). Sedangkan pekerjaan penunjang seperti sistem informasi diserahkan kepada pihak lain. Proses kegiatan ini dikenal dengan istilah Outsourcing.

Outsourcing adalah pendelegasian terhadap suatu pekerjaan dalam sebuah organisasi ke pihak lain dengan jangka waktu tertentu, biaya tertentu, dan layanan tertentu. Bentuk outsourcing yang umum dilakukan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia adalah dalam bidang layanan kebersihan ruangan. Dalam bidang teknologi informasi, beberapa bank di Indonesia telah menerapkan outsourcing. Dalam hal ini. pengembangan sistem dilakukan oleh perusahaan perangkat lunak.   Outsourcin merupakan sebuah proses subkontrak, misalnya seperti mendisain produk atau manufacture, yang dilakukan oleh pihak ketiga. Keputusan untuk melakukan outsource biasanya dikarenakan untuk memperkecil biaya perusahaan, menghemat energi yang ditujukan pada kompetensi bisnis tertentu, atau untuk membuat penggunaan tenaga kerja, teknologi dan sumber daya di perusahaan lebih efisien, pengurangan resiko, perekayasaan ulang proses dan kesempatan untuk fokus pada kapabilitas inti

Pada prakteknya, outsourcing sistem informasi terkadang tidak hanya dalam hal pengembangan sistem, melainkan juga pada pengoperasiannya. Terdapat 3 jenis outsourcing, yaitu:

1)      Strategic partnership. Pelaku outsurce bertanggungjawab untuk kumpulan integrasi dari operasi klien

2)      Aliansi cosourcing. Klien dan vendor berbagi tanggungjawab terhadap kesuksesan proyek

3)      Hubungan transaksi. Pelaku outsurce mengeksekusi TI yang didefinisikan dengan baik, repeatable atau TI pemungkin terlaksananya proses bisnis untuk klien

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam outsourcing

a)      Menentukan pengembang yang ditunjuk untuk membangun sistem informasi dengan hati-hati. Sebaiknya, pihak luar yang dipilih memang benar-benar telah berpengalaman

b)      Menandatangani kontrak. Kontrak dimaksudkan sebagai pengikat tanggung jawab dan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melanjutkan atau menghentikan proyek jika terjadi masalah selama masa pengembangan

c)      Merencanakan dan memonitor setiap langkah dalam pengembangan agar keberhasilan proyek benar-benar tercapai. Kontrol perlu diterapkan pada setiap aktivitas dengan maksud agar pemantauan dapat dilakukan dengan mudah

d)      Menjaga komunikasi yang efektif antara personil dalam perusahaan dengan pihak pengembang dengan tujuan agar tidak terjadi konflik atau hambatan selama proyek berlangsung

e) Mengendalikan biaya dengan tepat dengan misalnya memperhatikan proporsi pembayaran berdasarkan persentasi tingkat penyelesaian proyek.  

 

2.1.2 Varian dalam Outsourching

Ada beberapa varian dalam Outsourching, yaitu ;

1) Tugas Sementara

kontrak / staf sementara untuk membantu tugas-tugas tertentu misalnya programmer komputer atau panitera entri data.

2) Project Management

Pada Penggunaan luar misalnya konsultan manajemen untuk membantu dalam pengelolaan proyek tertentu.

3) Full Outsourching

iSebuah bagian penting dari SI / TI fungsi diberikan / diambil alih oleh pihak luar. Ini adalah tampilan saat ini outsourcing.

2.1. 3. Tahap-Tahap Outsourching

Secara garis besar tahap-tahap Outsorching dilakukan dengan perencanaan,, outsourcing, seleksi strategi, cost analysis, seleksi vendor outsourcing, negosiasi, transisi resource dan hubungan manajemen. Cost analysis dalam kerangka outsourcing merupakan, aktivitas pendataan main cost dari aktivitas yang di outsource kan sebelum dan sesudah, dan evaluasi dampak business value dengan mempertimbangkan :

1)      Pengelompokkan biaya yang berpengaruh/signifikan, gunakan hukum pareto (80/20), aktivitas biaya-biaya yang akan dioutsource dicatat dan imonitor.

2)      Sebelum melakukan outsourcing perhitungkan biaya biaya yang telah dikelompokkan, apakah nantinya memiliki keuntungan.

3)      Setelah Outsource, hitung ulang seperti langkah b dan analisa dampak setelah outsource.

4)      Gunakan cost-benefit analysis untuk mendapatkan hasil dari outsourcing apakah berdampak negatif atau posifit untuk perusahaan. Dengan mempertimbangkan bebnerapa hal diantaranya ;

a)      Memastikan bawah outsourcing adalah sesuai yang mungkin dapat diterima dengan pemahaman bisnis organisasi dan operasi strategi (baik strategic planning maupun tactical planning).

b)      Menentukan tipe outsourcing dan hubungannya dengan kebutuhan konsumsi jasa, sedangkan ini adalah terpisah, konsisten dan mempunyai karakteristik yang sederhana, hubungan berdasarkan pasar (market-based).

c)      Membangun proses aturan outsourcing dan kerangka sebelum kontrak ditandatangani. Ini menyediakan acuan untuk aturan dan menunjang semua bagian untuk melihat tujuan kontrak, harapan, peranan, tangung jawab inisiatif aturan (responsibilities of the governance initiative).

d)      Lakukan penelitian. Organisasi harus melakukan penelitian pada organisasinya sendiri (untuk memahami, mengukur, dan memenuhi persyaratan kebutuhan outsourcing) dan memilih provider/peng-outsource yang potensial dapat melakukannya.

e)      Lakukan negosiasi ulang kontrak untuk jangka waktu tertentu untuk memastikan harapan dan rencana apakah telah tercapai, bila perlu mendapatkan alternatif dengan calon provider lain.

2.1.4.  Kelebihan dan kelemahan outsourcing

Outsourcing merupakan sebuah metode pengembangan SIM secara terpadu yang dikembangkan dan dikelola oleh pihak ketiga. Motode outsourcing ini menjadi pilihan karena memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :

Tujuan Efisiensi

Adapun tujuan dari sudut efisiensi adalah ;

a) Reduced risiko dan ketidakpastian., Ini timbul melalui dijamin tingkat pelayanan, khawatir berkurang kunci perangkat keras oleh pemasok, atau mengurangi risiko tentang teknologi akan usang.

b)      Cost efficiency, Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkan pada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang terhitung lebih murah dibandingkan mengembangkan sendiri dikarenakan outsourcer menerima jasa dari perusahaan lainnya sehingga biaya tetap outsourcer dapat dibagi ke beberapa perusahaan yang memanfaatkan jasanya. Dapat digunakan untuk meningkatkan kas dalam aset perusahaan karena tak perlu add cost.

c)      Asset untuk teknologi informasi, asset ini bernilai untuk sistem informasi sehingga pada pada tingkat yang tinggi akan menjadi bernilai strategis sebagai asset perusahaan, SDM dan sistem yang ada.

d)      Economies of scale, semakin digunakan pada tingkat EoS maka akan sangat efisien dalam biaya operasionalnya.

e)      Variable capacity / expertise on demand, dengan diterapkannya sistem baru, maka perusahaan dapat menggunakannya sebagai salah satu point promosi.

f)       Mengurangi waktu proses karena beberapa outsourcer dapat dipilih lebih dari satu sekaligus untuk bekerja sama untuk menyediakan jasa ini kepada perusahaan.

g)      Jasa yang diberikan oleh outsourcer telah dikembangkan oleh para ahlinya

h)      Suatu perusahaan mungkin tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi sedangkan outsourcer memilikinya

i)        Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak ingin melakukan transfer teknologi dan tranfer pengetahuan yang dimiliki outsourcer.

j)        Meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi dan mengurangi resiko kegagalan investasi yang mahal

Perbaikan Arsitektur

Perbaikan arsitektur yang dimaksud terdiri dari beberapa materi, sperti ;

a)      Internal reengineering business process, dengan sistem ini bisnis proses di perusahaan sedikit di reengineering

b) Meningkatkan disiplin bisnis proses, dengan menerapkan sistem ini ketersediaan informasi akan sangat penting. Sehingga hampir semua operator data bekerja lebih disiplin dalam mempercepat proses selanjutnya.

Adaptasi Strategis

Ada banyak pertimbangan kenapa sebuah  perusahaan mengambil outsourcing sebagai strategi untuk operasional TI yang efektif. Selain pertimbangan biaya tentunya, adalagi pertimbangan lain yang menjadi faktor pendorong terbesar seperti penyesuaian antara strategi TI dan strategi bisnis perusahaan. Saat ini misalnya, hanya sedikit perusahaan yang dapat memisahkan antara strategi TI dan strategi bisnisnya. Pada praktiknya dilapangan strategi TI dan strategi bisnis saling berkaitan, dan kemampuan TI dalam banyak kasus menentukan bagaimana strategi bisnis. Sebagai contoh:

  • Dampak dari penjualan langsung lewat telepon pada sektor asuransi ritel
  • Pengenalan dari kartu loyalitas di supermarket

Perubahan teknologi terjadi sangat cepat dan memakan investasi yang besar, akibatnya banyak perusahaan percaya bahwa mereka tidak memiliki cukup sumberdaya atau organisasi untuk melakukan pengembangan, padahal penggunaan teknologi tersebut jelas mampu meningkatkan kompetensi perusahaannya. Dalam situasi demikian perusahaan dapat memilih outsourcing untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

Dalam kaitannya dengan strategi, ada banyak pendekatan lain yang umumnya dilakukan dilakukan perusahaan misalnya adalah dengan memisahkan sistem strategis seperti basisdata pemasaran dari sistem komoditas seperti penggajian, penggudangan, atau aplikasi lain. Sementara beberapa perusahaan mencoba untuk mengoutsource pengembangan dari sistem yang baru atau menggunakan sistem yang lebih stabil seperti operasional dan data center.

 

Adaptasi strategis yang terjadi pada penerapan ini adalah ;

a)      Management fokus pada kompetensi / Focus on unique core competencies. Dengan outsourcing layanan ini, personil management akan lebih berkonsentrasi pada proses bisnis utama perusahaan atau memfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting

b)      Dapat menyeimbangkan pada level keunggulan Teknologi Informasi

c)      Dengan melakukan oursourcing, tanggungjawab penyelenggaraan layanan adalah pada operator. Sehingga resiko kegagalan penyelenggaraan adalah sedikit.

d)      Mendapatkan kepakaran yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju

e)      Dapat memprediksikan biaya-biaya untuk masa depan

f)       Semakin menjadi lebih dalam teknologi bisa menjadi pemimpin dimasa depan

g)      Memperbaiki performance secara akuntabilitas

h)      Menyingkat waktu pengembangan

i)        Menghilangkan penyediaan sarana saat beban puncak terjadi (yakni ketika terjadi masa-masa pembeli membanjir) dan cukup melakukan pengeluaran biaya sesuai dengan tambahan layanan yang diberikan oleh pihak luar

j)        Memfasilitasi downsizing, sehingga perusahaan tak perlu memikirkan pengurangan pegawai.

Adapun selain disebutkan kelebihan-kelebihan yang ada, tentu terdapat kekurangan-kekurangan,yaitu:

a)      Draining efisiensi biaya.

b)      Rahasia Organisasi dapat bocor keluar.organisasi sendiri

c)      Aktifitas staf TI mungkin merasa tidak dihargai oleh manajemen.

d)      Staf TI dapat menjadi kurang kompeten

e)      Fleksibiliti terbatas, kontrak outsourcing seperti kontrak lain menetapkan batasan tertentu pada klien misalnya klien dapat menggunakan kesempatan untuk menggunakan pendekatan radikal yang berbeda untuk IS.

f)       Unacceptable kualitas pelayanan, meskipun agen outsourcing yang dapat menjanjikan untuk memberikan kualitas layanan tertentu, ada banyak alasan mengapa hal ini tidak selalu benar terus. Meskipun klien mungkin memiliki kebebasan untuk mengakhiri kontrak atas dasar kualitas pelayanan yang buruk banyak frustrasi mungkin perlu bertahan di sepanjang jalan.

g)      Predicament staf TI internal; Sejumlah staf terkait masalah mungkin timbul misalnya;

  • Staf TI dapat melewati mosi tidak percaya dengan manajemen mereka.
  • Agen outsourcing dapat memberhentikan mantan klien staf TI berdasarkan redundansi
  • Perusahaan menggunakan keahlian IT yang dapat membatasi fleksibilitas masa depan.

h)      Mengurangi keunggulan kompetitif karena pihak outsourcer tidak dapat diharapkan untuk menyediakannya karena juga harus memikirkan klien lain

i)        Menjadi sangat bergantung pada pihak luar sehingga sangat sulit bagi perusahaan

j)        untuk mengambil alih kembali sistem yang sedang berjalan

k)      Kehilangan kendali

l)        Tujuan yang tidak terpenuhi

m)    Layanan yang kurang baik

n)      Kehilangan kendali terhadap sistem dan data karena bisa saja pihak outsourcer

2.1.4. Pertimbangan  Penggunaan Outsourcing di Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi

Beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi adalah sebagai berikut :

a)      Biaya pengembangan sistem sangat tinggi

b)      Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi

c)      Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan

d)      Faktor waktu/kecepatan

e)      Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama

f)       Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.

Perusahaan yang ingin menggunakan strategi outsourcing untuk mengembangkan sistem informasi di perusahaan mereka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a)      Menentukan pengembang yang ditunjuk untuk membangun sistem informasi dengan hati-hati. Sebaiknya, pihak luar yang dipilih memang benar-benar telah berpengalaman

b)      Menandatangani kontrak. Kontrak dimaksudkan sebagai pengikat tanggung jawab dan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melanjutkan atau menghentikan proyek jika terjadi masalah selama masa pengembangan

c)      Merencanakan dan memonitor setiap langkah dalam pengembangan agar keberhasilan proyek benar-benar tercapai. Kontrol perlu diterapkan pada setiap aktivitas dengan maksud agar pemantauan dapat dilakukan dengan mudah

d)      Menjaga komunikasi yang efektif antara personil dalam perusahaan dengan pihak pengembang dengan tujuan agar tidak terjadi konflik atau hambatan selama proyek berlangsung

e)      Mengendalikan biaya dengan tepat denngan misalnya memperhatikan proporsi pembayaran berdasarkan persentasi tingkat penyelesaian proyek.

Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan supplier, dimana ada beberapa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan vendor adalah

a)      Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge)

b)      Kemampuan teknis

c)      Kemampuan keuangan

d)      Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

Pemilihan terhadap pekerjaan mana yang akan dioutsourching di perusahaan sebenarnya tergantung dari ruang lingkup, budget, resiko, tingkat kegunaan, dan sejauh mana kita memerlukannya. Kalau dilihat dari ruang lingkup, yaitu ruang lingkup perusahaan kita, ruang lingkup area kerja kita, dan ruang lingkup perusahaan kita. Kalau ruang lingkup itu tidaklah terlalu besar dan sangat sederhana, maka selfsourcing adalah langkah yang terbaik yang ada. Tetapi kalau sudah mencakup area yang lebih luas lagi, mungkin outsourcing adalah jalannya, atau juga bisa menggunakan insourcing, sehingga fokus kegiatan bisnis kita bis lebih di fokuskan daripada kita menyibukkan diri untuk mengurusi sesuatu yang membuat kita menjadi kesusahan dalam menjalankan inti bisnis kita.

Dari segi resiko dan tingkat kegunaannya, ini tergantung dari bentuk dan kegiatan bisnis perusahaan. Jika resiko yang di hadapi dan tingkat kegunaannya tidak terlalu mengkhawatirkan maka ada baiknya hanya menggunakan atau selfsourcing. Sehingga tidak terlalu mengurangi biaya untuk masalah IT, tetapi jika resiko yang di hadapi dan tinggkat kegunaan tinggi, sebaiknya menggunakan outsourcing, dengan artian perusahaan dapat lebih konsentrasi dalam menghadapi resiko yang ada, dan perusahaan terlindungi dari segala ancaman, dan tindakan pencurian data dan segalanya. Begitu juga dengan tingkat kegunaan, jika kegunaan dari ICT memang sangat di butuhkan, ada baiknya jika perusahaan menggunakan Outsourcing, sehingga mereka dapat membuat sesuai dengan permintaan dari perusahaan didasarkan kepada pengendalian resiko yang di harapkan. Dikarenaka outsourcing memiliki tenaga yang lebih ahli dalam bidangnya tersebut.

Dilihat dari anggaran yang ada, kalau anggaran perusahaan miliki sedikit sebaiknya menggunakan tenaga karyawan sendiri atau selfsourcing, karena tidak terlalu memerlukan biaya yang besar. Tidak memakan banyak biaya salah satunya biaya gaji atau biaya kerja. Jadi lebih menguntungkan daripada harus menggunakan outsourcing. Dan kalau saja perusahaan tersebut tergolong perusahaan besar, sebaiknya menggunakan tenaga outsourcing karena pengaruhnya bisa lebih besar untuk membantu mengurangi biaya IT tetapi memiliki kualitas kinerja yang baik. Dan dapat membantu perusahaan tersebut untuk lebih fokus dalam mengembangkan inti bisnisnya, tetapi tetap memiliki kualitas ICT yang baik.

Selanjutnya di lihat dari tingkat kegunaan dan pemanfaatan bisa diprediksikan, dimana  jika kegunaan dari ICT tidak terlalu penting, maka selfsourcing sudahlah cukup untuk menjalankan permintaannya tersebut, tetapi jika keperluan akan ICT dikatakan sangan membantu, maka tenaga outsourcing memang menjadi pilihan terbaik. Dikarenakan mereka memang ahli didalamnya. Tenaga outsourcing memiliki keahlian tersendiri dikarenakan bidang yang mereka hadapi memang berada pada daerah itu juga. Sehingga sebaiknya pilihan jatuh kepada outsourcing. Mana yang lebih baik, tidaklah menjadi pertanyaan bagi perusahaan. Tetapi faktor-faktor diataslah yang menentukan mana yang menjadi pilihan terbaik perusahaan. Juga bukan hanya tergantung itu saja, untuk bagian outsourcing, perlu di perhatikannya bentuk kontrak kerjasama yang di buat agar bisa lebih berguna secara pemanfaatan, tepat guna dan tepat sasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

Dari pembahasan tersebut diatas dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya yaitu ;

  • Analisa dari berbagai hal mengapa perusahaanmenggunakan outsourcing dalam pengembangan dan penerapan  sistem informasi, faktor-faktor pemilihan perusahaan penyedia jasa outsourcing, serta kepuasan perusahaan terhadap tenaga outsource, penggunaan outsaourcing sangat efektif bagi perusahaan/organisasi, hanya saja perlu batasan dan planning yang matang dalam mengoutsourchingkan pekerjaan-pekerjaan IT tersebut
  • Pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh sendiri (selfsourching masih dianggap inefisiensi dalam pelaksanaannya, selain membutuhkan biaya yang sangat tinggi dalam investasi, tetapi juga biaya maintenance serta SDM juga cukup tingggi,
  • Dari pemanfaatan tersebut tidak terlepas dari tujuan organisasi dalam efisiensi operasional, perbaikan arsitektur, varian dan grand strategy perusahaan.

Daftar Pustaka

 

 

Scardino, Lorrie, Improving Sourcing Deals,Gartner Research, 2002.

Skyte, Peter, Outsourcing of IT services, Information Technology Professionals Association UK

Outsourcing guidelines, Information Technology New Zealand, http://www.itanz.org

Imam Suroso, Arif, Materi Kuliah Sistem Informasii Manajemen, MB IPB.

BLOG TERKAIT :

http://tubagus-qoari.blogstudent.mb.ipb.ac.id/author/tubagus-qoari/

http://ferry1002.blog.binusian.org/?p=128#comment-405

http://blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/28/penerapan-outsourcing-pada-sistem-informasi/#comments

http://zulfadhli.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/pengembangan-sistem-informasi-melalui-outsourcing/#comment-10

http://iqbalfajar.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/outsourcing-kelebihan-dan-kelemahan-dalam-pengembangan-sistem-informasi-manajemen/#comment-8

http://angelia.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/membandingkan-pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-dan-insourcing-2/#comment-8

http://sasmoyo.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/30/outsourcing-vs-insourcing-dalam-sistem-informasi/#comment-9

http://nasutionr.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/30/efektivitas-penerapan-sistem-outsourcing-studi-komparasi-keuntungan-dan-kelemahan-outsourcing-vs-insourcing/

http://raifertilini.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/12/it-outsourcing-sebagai-salah-satu-alternatif-pengembangan-sistem-informasi/#comment-17

http://analisa.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/08/01/pengembangan-sistem-informasi-outsourcing-vs-insourcing/#comment-5

http://ibumei.wordpress.com/2010/01/23/outsourcing-kone/

http://prima.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/15/penerapan-outsourcing-sistem-informasi-it-outsourcing-dalam-suatu-perusahaan/#comment-11

http://analisa.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/08/01/pengembangan-sistem-informasi-outsourcing-vs-insourcing/#comment-5

http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/#comment-76

http://rivafauziah.wordpress.com/2008/01/26/it-outsourcing/#comment-5484

http://bakoelkomputer.info/virtualstore/blog/?p=123&cpage=1#comment-4513

http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-87

http://www.theoutsourceblog.com/2010/06/advice-on-outsourcing-and-information-technology-benefits/#home

http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-116

http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2007/10/melihat-kelebihan-dan-kekurangan-iklim.html

http://angelia.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/membandingkan-pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-dan-insourcing-2/#comment-10

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.